windaw08's blog

mencari dan memberi yang terbaik

Family and Technology

Perkembangan Teknologi dengan aplikasinya dalam kehidupan sehari-hari saat ini sangat mempermudah manusia dalam mengembangkan berbagaimacam usaha dan kreativitas serta menjadikan manusia lebih produktif. Pada era globalisasi ini, perkembangan teknologi sangat pesat seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan di setiap disiplin ilmu.

Definisi teknologi sebenarnya bukan hanya sekedar alat-alat canggih yang berkaitan dengan pemrograman dan dunia virtual yang berhubungan dengan komputerisasi.

Teknologi juga berarti cara-cara yang bisa digunakan untuk mempermudah manusia untuk mengolah sesuatu yang tidak berguna menjadi sesuatu yang memiliki value yang tinggi. Misalnya pada teknologi tradisional, tahap-tahap yang diterapkan oleh sebuah home industry yang mengembangkan teknik pendaur ulang barang-barang bekas yang sudah tak bernilai menggunakan teknologi sederhana yang sangat kreatif. Namun, alangkah baiknya, jika, industri-industri tersebut pun dikelola dengan teknologi modern, misalnya, sistem komputerisasi.
Read the rest of this entry »

Dimensi Kenakalan Pelajar

Hasil pada analisis Gender menunjukan adanya dua dimensi dari kenakalan pelajar, yaitu kenakalan jenis umum dan kenakalan kriminal yang terbukti dengan adanya kolerasi antara variabel laten yang sangat kuat. Secara terpisah kenakalan jenis umum terbagi menjadi dua kelompok besar yaitu dimensi kenakalan umum dan dimensi kenakalan kriminal baik untuk contoh laki-laki dan perempuan. Berdasarkan bukti-bukti empiris maka dapat dibuktikan bahwa pengukuran kenakalan pelajar menunjukan tingkat reliabilitas dan validasi yang sangat tinggi. Oleh karena itu, variabel kenakalan pelajar dapat dijadikan satu variabel komposit yang terdiri atas dua indikator, yaitu, kenakalan umum dan kenakalan kriminal.
Hasil analisis Multivariate of Covariance membuktikan bahwa kenakalan pelajar baik kenakalan umum maupun kenakalan kriminal dipengaruhi oleh jenis kelamin, contoh yang lebih besar pada contoh laki-laki dibandingkan dengan perempuan, sifat kepribadian contoh yang cenderung maskulin dan ekstrovert, pengasuhan ibu yang cenderung keras dan kasar, tingkat kualitas hubungan dalam keluarga yang cenderung tidak bahagia, tingkat penghargaan diri yang cenderung rendah, dan hubungan teman yang kurang akrab dan kurang mengikat. Dikemukakan pula bahwa pengasuhan ibu yang kurang baik berpengaruh nyata pada tingkat kenakalan umum dan kriminal, sedangkan pengasuhan ayah yang kurang baik hanya berpengaruh pada kenakalan tingkat umum saja.

Berdasarkan hasil dari output between subject, maka dapat disimpulkan bahwa berdasarkan tes antara jenis kelamin (dibandingan dengan sejenis kelamin), maka:
• Baik kenakalan umum maupun kriminal masing-masing dipengaruhi oleh sifat kepribadian contoh. Secara umum, kenakalan pelajar dengan jenis kenakalan umum dan kriminal berbeda nyata berdasarkan kepribadian contoh. Contoh yang mempunyai sifat yang maskulin dan ekstrovert cenderung untuk berprilaku nakal di banding contoh yang mempunyai sifat feminim dan introvert.
• Baik kenakalan umum maupun kriminal masing-masing dipengaruhi oleh pengasuhan ibunya, pengasuhan ibu yang lebih dilandasi kehangatan dan dukungan akan mempengaruhi penurunan tingkat kenakalan baik umum maupun kriminal dibanding dengan contoh yang mendapatkan perlakuan pengasuhan yang kasar dan keras.
• Jenis kenakalan umum dipengaruhi oleh pengasuhan ayahnya. Perlakuan ayah yang lebih dilandasi kehangatan dan dukungan mempengaruhi penurunan tingkat kenakalan umum dibanding dengan contoh yang mendapatkan perlakuan pengasuhan yang kasar dan keras.
• Baik kenakalan umum maupun kriminal, masing-masing dipengaruhi oleh kualitas hubungan dalam keluarga. Contoh yang mempunyai kualitas hubungan keluarga lebih tinggi (lebih menghasilkan rasa puas dan bahagia) akan mempengaruhi penurunan tingkat kenakalan baik umum maupun kriminal contoh dibandingkan dengan contoh yang mempunyai hubungan dalam keluarga yang kurang baik.
• Baik kenakalan umum dan kriminal, masing-masing dipengaruhi penghargaan diri (esteem). Contoh yang mempunyai tingkat penghargaan diri lebih tinggi, akan terhindar dari perbuatan kenakalan baik umum maupun kriminal dibandingkan dengan contoh yang tidak mampu memberikan penghargaan terhadap diri sendiri.
• Baik kenakalan umum dan kriminal masing-masing dipengaruhi oleh kecerdasan emosi. Contoh yang memiliki kecerdasan emosi yang lebih tinggi akan terhindar dari perbuatan kenakalan baik umum maupun kriminal dibandingkan dengan contoh yang tidak mempunyai kecerdasan emosi yang tinggi.
• Baik kenakalan umum maupun kriminal, masing-masing dipengaruhi oleh hubungan dengan teman. Contoh yang mempunyai teman dengan kebiasaan perilaku baik dan kurang terikat hubungannya dengan teman justru akan terhindar dari perbuatan kenakalan baik umum maupun kriminal dibandingkan contoh yang memiliki teman berperilaku buruk dan sangat terikat dengan teman.

Pengasuhan Responsif Gender

Dalam menjalankan tugas sehari-hari ada pembagian tugas yang diberikan pada laki-laki dan perempuan sesuai dengan norma masyarakat. Merton (Marcionis, 1995) menyebutkan adanya labelling theory yang memberikan cap atau label pada perempuan dan laki-laki. Laki-laki lebih dilabelkan bahwa pekerjaan yang sukses dari pemikiran laki-laki adalah yang berkaitan dengan penguasaan material, sedangkan perempuan dikatakan sukses apabila mempunyai hubungan dalam status perkawinan dan status sebagai ibu yang baik. Dalam hal ini, norma masyarakat terkesan lebih tegas dan ketat mengontrol perilaku normatif terhadap perempuan dibanding dengan laki-laki. Berkaitan dengan labelling theory masyarakat menilai perilaku perempuan dan laki-laki dengan standar yang berbeda. Berdasarkan labelling theory ini pula, maka orangtua melakukan pengasuhan berdasarkan identitas gender yang membedakan perlakuan anak laki-laki dan perempuan secara berbeda, yang dituntun oleh budayanya dan disesuaikan dengan personalitas anaknya, karena secara fisik dan genetik, mereka pun berbeda.

Ayah dan anak laki-laki : orangtua mempunyai ekspektasi anak laki-lakinya agar kuat dan agresif dalam mencapai cita-cita, lebih sering diperlakukan secara agresif seperti diayun-ayun ke udara dan diayun-ayun ke kaki. Anak laki-laki diarahkan pada kegiatan yang berhubungan dengan pelatihan independensi diri. Dididik untuk menjadi seseorang yang maskulin. Seorang ayah di negara Barat dengan tegas mendidik anak laki-lakinya mengenai bagaimana membedakan membuat hal-hal yang salah atau benar dan lebih memperhatikan kesuksesan anak laki-lakinya dibanding dengan anak perempuannya.

Ayah dan anak perempuan : orangtua mempunyai ekspektasi anak perempuan agar sopan dan hormat. Pada anak perempuan diperlakukan dengan lembut, sering dipeluk dan dijaga. Anak perempuan diarahkan pada kegiatan yang pasif namun menuju pembentukan emosi. Dididik untuk menjadi seseorang yang feminim. Takut memberikan kepercayaan pada remaja untuk mengambil suatu keputusan, terutama seorang ayah yang memiliki remaja putri, tidak begitu ikhlas untuk mempercayai begitu saja dalam melakukan sesuatu karena takut anak perempuannya terluka atau terancam bahaya (Harris, 1991). Bonding antara ayah dan anak perempuan adalah selamanya dan tidak dapat terpisahkan meskipun sudah menikah, artinya, anak perempuan akan tetap menjadi anak perempuan bagi ayahnya. Bahkan seorang anak perempuan dapat menjadi sumber kebahagiaan yang lebih tinggi bagi ayahnya dibanding dengan anak laki-lakinya, dan sebaliknya, seorang anak perempuan mungkin dapat membuat ayahnya menangis dibandingkan dengan anak laki-lakinya.



Ibu dan anak laki-laki :
Ibu lebih banyak berinvestasi menyangkut kehidupan sehari-hari anaknya dibanding ayah. Ibu juga lebih sering melakukan kegiatan emosional dan khawatir tentang kesejahteraan anak-anaknya. Perhatian ibu pada anak laki-lakinya lebih kepada makanan daripada hal yang lainnya dan memberikan kenyamanan dan lebih memperhatikan kesehatan anak laki-lakinya dibandingkan dengan anak perempuannya.

Ibu dan anak perempuan : lebih diterapkan pelatihan mengenai memakai pakaian yang rapi dan sopan, memelihara dan memberi saran-saran tentang penampilan fisik anak perempuannya seperti urusan pakaian, pemeliharaan rambut dan kulit agar tampak cantik. Memberikan contoh cara melindungi diri dari berbagai bahaya dari lingkungan dan memelihara serta melindungi alat-alat reproduktif dan pendidikan tentang masa puber beserta gejala biologisnya.

Studi Analisis Gender

Kenakalan Pelajar

Pendekatan teoritis yang melatarbelakangi studi kenakalan pelajar ini adalah Teori Struktural Fungsional yang dilandasi oleh fundamental pemikiran, bahwa keluarga adalah unit terkecil dalam masyarakat. Keluarga mempunyai peran yang sangat vital dalam mendidik dan mempersiapkan anak-anaknya untuk menyesuaikan diri ke dalam kehidupan dunia luar. Tanpa adanya peran dan fungsi keluarga, maka generasi muda tidak akan mempunyai karakter dan perilaku yang baik di kemudian hari.
Teori Struktural Fungsional juga menyangkut teori sistem yang menjelaskan adanya komponen-komponen yang saling tergantung antara satu dan yang lainnya (Klein dan White, 1886). Dalam studi ini digunakan logika berpikir secara Teori Struktural Fungsional dan Teori Sistem, bahwa keluarga terdiri dari anggota-anggota keluarga yang saling berpengaruh antara satu dan yang lainnya. Apabila keluarga mempunyai struktur yang kokoh dan menjalankan semua fungsinya dengan optimal, maka akan menghasilkan outcome yang baik pada seluruh anggota keluarganya.

Read the rest of this entry »